Surat Ijin Mengemudi (SIM) untuk Pengemudi Kendaraan Bermotor




Bagikan Artikel ini:

Surat Ijin Mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang dikeluarkan Kepolisian untuk mereka yang memenuhi persyaratan. Di antaranya, administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Surat Ijin Mengemudi SIM SIM yang dimiliki pengemudi kendaraan bermotor disesuaikan dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Di Indonesia, terdapat dua jenis Surat Ijin Mengemudi atau SIM kendaraan bermotor, yaitu:

1. Golongan SIM perorangan:

SIM A    : Mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg.

SIM B1  : Mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat lebih dari 3.500 kg.

SIM B2  : Kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan. Di mana berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.

SIM C    : Diberikan untuk sepeda motor

SIM D    : Diberikan untuk kendaraan khusus penyandang cacat.

2. Golongan SIM umum:

SIM A Umum     : Kendaraan bermotor umum dan barang. Jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.

SIM B1 Umum   : Mobil penumpang dan barang umum. Jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.

SIM B2 Umum   : Kendaraan penarik atau kendaraan bermotor yang menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat lebih dari 1.000 kg.

Masa Berlaku

Masa berlaku SIM adalah 5 (lima) tahun. SIM juga harus segera diperpanjang agar tidak terkena hukuman pidana atau denda. Hal ini sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa berkendara tanpa SIM dapat terkena kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

Sumber: Tabloid Nova 1304/XXV

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.