Kurang Darah itu Tidak Sama dengan Darah Rendah




Bagikan Artikel ini:

Banyak orang yang sering menyamakan kurang darah (Anemia) dengan darah rendah. Keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Pemikiran seperti ini tak jarang dijumpai di masyarakat. Di bawah ini merupakan artikel tentang anemia. Kita akan mengenali anemia dengan mengetahui apa itu anemia, gejala penyakit anemia, penyebab anemia, dan pengobatan anemia.

Banyak di antara kita sering bertanya: Apakah saya menderita kurang darah? Apa saja gejala kurang darah? Apakah kurang darah itu sama dengan dengan darah rendah?

Anemia atau kurang darah adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kadar hemoglobin/Hb <11mg/dL dalam darah. Apa itu Hb? Hb adalah senyawa dalam darah yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen dalam darah ke berbagai organ tubuh.

Gejala Anemia (Gejala kurang darah)

Apa saja gejala yang muncul jika menderita anemia? Kita dapat bagi gejala yang muncul berdasar sifat terjadinya anemia yaitu akut/mendadak dan kronik/menahun.

Pada anemia akut, gejala yang muncul adalah:

* Pucat mendadak.

* Keringat dingin.

* Hingga pingsan dan kematian.

Pada anemia kronik, gejala yang muncul adalah:

* Mudah lelah, lemas, pucat, dan sesak.

* Adanya gangguan pertumbuhan pada anak kecil.

Penyebab Anemia

Penyebab anemia akut adalah perdarahan yang terjadi secara mendadak, misalkan pada kecelakaan, operasi bedah maupun perdarahan saluran cerna yang masif. Sedangkan penyebab anemia kronik adalah kekurangan nutrisi seperti zat besi, asam folat dan B12, cacingan, perdarahan kronik. Penyebab anemia yang lainnya adalah gagal ginjal, kanker hingga gangguan produksi darah di sumsum tulang.

Penyebab anemia yang beragam tersebut dapat dengan mudah untuk diketahui dengan pemeriksaan oleh dokter, laboratorium darah hingga pemeriksaan sumsum tulang secara langsung.

Pengobatan Anemia

Pengobatan anemia disesuaikan dengan penyebab dan sifat terjadinya anemia. Pada anemia akut yang disebabkan perdarahan hebat, transfusi adalah pengobatan yang bersifat menyelamatkan jiwa, sedangkan suplementasi zat besi, asam folat dan B12 diberikan bila memang terbukti sebagai penyebab anemia itu sendiri. Kecukupan protein juga merupakan salah satu faktor yang penting untuk dijaga dalam penanganan anemia, dan whey protein adalah pilihan yang paling baik untuk itu.

Suplementasi zat besi akan menimbulkan warna kehitaman pada kotoran saat BAB. Hal ini adalah kondisi normal yang tidak perlu dikhawatirkan.

Orang dengan gejala anemia tidak disarankan untuk langsung konsumsi obat-obatan penambah darah, karena:

1. Seperti dijelaskan di atas bahwa penyebab anemia bermacam-macam, sehingga penyebabnya harus dicari sebelum diberikan pengobatan yang sesuai.

2. Anemia bisa jadi merupakan gejala dari penyakit lain yang lebih serius seperti kanker atau gangguan sumsum tulang.

Anemia tidak sama dengan darah rendah. Anemia seperti yang dijelaskan di atas adalah kondisi kurangnya kadar Hb dalam darah, sedangkan darah rendah adalah kondisi di mana tekanan darah turun di bawah normal.

Jadi kini jelas bukan, bahwa anemia adalah suatu penyakit kurang darah dan bukan darah rendah. Semoga artikel anemia diatas cukup menjelaskan kepada anda  tentang apa itu anemia, gejala penyakit anemia, penyebab anemia, dan pengobatan anemia. Baca artikel menarik lainnya di mygetinfo.com tentang Penyebab dan Cara Mengatasi Demam, Tips Bagaimana Cara Menurunkan Kolesterol Tanpa Obat, 5 Cara Makan Buah yang Dilarang.

(Source: KapanLagi.com, http://duniafitnes.com/)

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.